Lembaga Dakwah Kampus LDM , ialah lembaga dakwah mahasiswa yang ada di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, tergabung dalam Forum Lembaga dakwah kamus (FSLDK) Nasional, Fokus dalam pembinaan islam, dan juga gerakan sosial, web ini menyediakan informasi, artikel , agenda terdekat, seputar kampus, beasiswa, Lagu nasyid, software, Pendaftaran LDK LDM, Buletin Rabbani, ebook gratis, dan masih banyak lagi.

Sabtu, 27 Juni 2015

Erosi Jilbab Syar'i 2








Adapun Kriteria Jilbab Yang Syar’i sebagai berikut :
1.      Hendaklah jilbab menutupi seluruh badannya kecuali wajah dan telapak tangan. Dengan catatan, apabila seorang menutupi keduanya maka ini jelas lebih suci dan utama

2.      Tidak ketat sehingga menggambarkan lekuk tubuh
3.      Kainnya harus tebal, tidak tipis dan tidak tembus pandang sehingga menampakkan kulit tubuh
4.      Tidak menyerupai pakaian laki-laki
5.      Tidak mencolok dan berwarna yang dapat menarik perhatian
6.      Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
7.      Bukan pakaian untuk mencari popularitas
8.      Tidak diberi parfum atau wangi-wangian.

Penyebab wanita mengenakan jilbab yang tidak syar'i

Ada dua faktor yang mendorong mereka berperilaku demikian. Bisa jadi mereka hanya ikutan-ikutan; yang penting berjilbab, terpengaruh oleh trend, takut dijauhi sanksi sosial, dll. Jadi ada faktor dari dalam diri dan ada faktor dari luar.

Faktor dari dalam, yaitu berupa kurangnya pemahaman yang mendalam dan didasari oleh keimanan yang teguh, adalah hal pertama dan terpenting. Mereka yang tidak paham, tuntunan Islam untuk berjilbab hanyalah sekedar masalah fashion saja. 

Sebaliknya jika mereka sadar akan  tuntunan Islam untuk berjilbab bukan sekedar masalah fashion tetapi bentuk ketaatan dan sumber/ aliran pahala, maka akan lebih konsisten bertahan dengan ‘Pilihan Syar'inya’. Di sinilah pentingnya penanaman keimanan, percaya bahwa setiap perilaku ada konsekuensinya.

Faktor dari luar, banyak sekali pemahaman yang merusak akidah kaum wanita dalam 24 jam sehari. terutama di televisi, radio, internet, koran, dan sumber-sumber media lainnya. karena salah satu teknik untuk mempengaruhi orang adalah dengan terus menerus. Kita dibombardir dengan info-info yang menyimpang dari syari'at,

Faktor lainnya ialah lingkungan, pergaulan dan keluarga yang apatis terhadap pendidikan agama anak-anaknya saat ini.  Sehingga jarang sekali kita lihat orangtua yang peduli terhadap pemahaman agama anak-anaknya.

Memang berat bagi muslimah secara konsisten mengamalkan ajaran islam di tengah derasnya budaya-budaya non islami yang subur berkembang, sehingga muslimah menjadi terasing. Maka, beruntunglah anda yang ghuraba’, Terasing karena teguh memegang ajaran-Nya.

Beruntunglah wanita yang paham akan indahnya syari’at berjilbab sebagai bagian dari ajaran Islam. Bahwa Islam ingin memuliakan wanita. Wanita dihormati dengan sebagai pendamping suami, ibu sekaligus pendidik bagi anak-anak, bahkan cucu dan cicitnya. 

Beruntunglah wanita yang paham bahwa ia semakin cantik dan dihormati dengan berjilbab sesuai dengan syariat. Yang yakin bahwa keridhaan Tuhannya adalah melebihi segalanya. 

Yang yakin bahwa ‘penerimaan’ dari manusia tidak semestinya menggiring ia untuk melanggar perintah-Nya. Yang yakin bahwa suami yang terbaik telah disiapkan untuknya, karena ia mentaati-Nya.

Kalau orang berkata, ya lumayanlah daripada tidak berjilbab sama sekali. Maka mari kita jawab, kalau bisa lebih baik dari itu kenapa tidak. “Kalau ada emas sepuluh keping di hadapan kita, kenapa hanya mengambil satu?”

Semoga Allah melapangkan hati kita untuk memahami ajaran-Nya dan mengamalkanya dengan konsisten hingga akhir hidup. Aamiin.
Wallahu’alam.

Sumber:
Kitab “ Jilbab Mar’ah Muslimah “ karya Syaikh Nashiruddin Al-Albani, VOA-Islam

http://sosbud.kompasiana.com/2011/10/08/erosi-jilbab-wanita-muslimah-399838.html (Diakses pada hari senin, 20 april 2015 Pukul 22:04 WIB)
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Agenda

Download

Blog Archive

Seputar Kampus

Artikel