Lembaga Dakwah Kampus LDM , ialah lembaga dakwah mahasiswa yang ada di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, tergabung dalam Forum Lembaga dakwah kamus (FSLDK) Nasional, Fokus dalam pembinaan islam, dan juga gerakan sosial, web ini menyediakan informasi, artikel , agenda terdekat, seputar kampus, beasiswa, Lagu nasyid, software, Pendaftaran LDK LDM, Buletin Rabbani, ebook gratis, dan masih banyak lagi.

Senin, 14 September 2015

"MAN Style In Islam"


Oleh : Aswin Ahdir Bolano 
(Ketum LDM 2012)
Ilustrasi  


Assalamualaikum Ranger Merah, biasa….Ane minta ilmu kajian fiqh antum. Kali ini tentang "Man Style". Emang bener ya kalo ikhwan itu "wajib" pake baju koko, celana bahan ngatung, plus sendal……..??? Emang gak boleh ya ikhwan pake jins dan necis ? Adakah kaitannya pakaian dengan iman…??? Penasaran…Soalnya Women Style in Islam mah kan udah jelas bgt kan? Nah, yang ikhwan nya ane belum jelas.



Bismillahirrahmanirrahim………..

Ana katakan bahwa tidak ada kewajiban bagi laki-laki untuk memakai pakaian koko, jubah, bahannya harus katun, dan harus pakai sandal jepit (Tidak rapih.com alias gak enak dilihat) dalam kehidupan sehari-hari, meskipun itu adalah alasannya karena zuhud, dll.
Untuk memakai jins/jeans pun demikian, tidak ada larangan syar'I pula secara teks dalam hadits maupun Al-Qur'an.

Berkaitan dengan penampilan, baik ikhwan atau pun akhawat, ada baiknya kita melihat konsultasi sahabat berikut kepada Murabbi Nomor satu dunia Rasulullah SAW:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ ». قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً. قَالَ « إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ ».

"Dari Abdullah bin Mas'ud r.anhu, dari Nabi SAW, Beliau bersabda,"Tidak akan masuk surga orang-orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan meskipun sebesar dzarrah(benda terkecil). Seorang laki-laki berkata,"Sesungguhnya laki-laki sangat menyukai jika bajunya bagus, dan sandal/sepatunya bagus." Beliau SAW bersabda,"Sesungguhnya Allah Maha Indah, dan menyukai keindahan." Akan tetapi yang dimaksud dengan kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia."

Hadits ini Shahih, diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Ahmad, Al-Hakim, Thabrani, Ibnu Hibban, Baihaqi, semoga Allah merahmati mereka semuanya.

Komentar Ana:

Jika kita simpulkan dari hadits di atas, pakaian syar'I itu memiliki definisi:
"Pakaian syar'I adalah Pakaian yang mengandung unsur keindahan, dan terbebas dari unsur kesombongan."

Dengan demikian, jangan sampai ada ikhwan yang berpakaian kusut dan kumal karena alasan zuhud, dll. Adapun mengenai bentuk pakaian dan bahannya, selama tidak bertentangan dengan syariat maka itu sah-sah saja, baik itu pakai jins/jeans, batik, ataupun yang lain.

Batasan syar'I disini misalnya untuk akhawat harus menutupi aurat secara sempurna, dan menghindarkan diri dari tabarruj, untuk ikhwan menghindari pakaian yang berbahan sutra.

Hal ini karena salah satu fitrah manusia adalah senang terhadap hal-hal yang indah dan baru, baik dalam hal pakaian atau pun yang lainnya, baik ikhwan ataupun akhawat. Demikian pula Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas. Jadi, Islam adalah agama yang sangat menekankan keindahan dalam berpakaian.

Terkhusus kepada para aktivis ikhwan yang sudah berumah tangga, berhiasnya seorang suami adalah salah satu hak istri, yang mesti ditunaikan.

وَ لَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ

"Dan bagi (hak) perempuan itu adalah seperti apa yang telah diwajibkan kepada mereka". (Al-Baqarah: 228)

Jika seorang istri telah diketahui bersama ada anjuran berhias bagi mereka untuk suami mereka, maka ini juga berlaku untuk para suami.

Umar pernah menghardik seseorang yang penampilannya sangat kusut dalam rumah tangganya, Rasulullah SAW pun pernah bersabda kepada seorang laki-laki yang rambutnya sangat kusut,"Apakah laki-laki itu tidak menemukan sesuatu pun untuk merapihkan rambutnya ??
Sebab, rumah tangga yang dilandaskan di atas jalan dakwah haruslah memperhatikan hal-hal yang dapat merusak atau mengurangi keharmonisan rumah tangga. Hal ini karena Rusak dan tidak harmonisnya rumah tangga para aktivis dakwah, merupakan indikasi awal retaknya bangunan dakwah itu sendiri.

Ada pun mengenai kaitan antara pakaian dan iman seseorang, maka disini yang menjadi kaitannya adalah batasan syar'i. Jika seorang akhwat beriman, maka indikatornya adalah ia pasti akan menutup auratnya dengan benar. Ikhwan pun demikian, hanya saja dalam masalah hokum pakaian, ikhwan itu lebih leluasa dan mudah ketimbang akhawat.

Wallahu A`lam

Sumber: http://aktivis-dakwah.blogspot.co.id/


Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Agenda

Download

Blog Archive

Seputar Kampus

Artikel