Lembaga Dakwah Kampus LDM , ialah lembaga dakwah mahasiswa yang ada di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, tergabung dalam Forum Lembaga dakwah kamus (FSLDK) Nasional, Fokus dalam pembinaan islam, dan juga gerakan sosial, web ini menyediakan informasi, artikel , agenda terdekat, seputar kampus, beasiswa, Lagu nasyid, software, Pendaftaran LDK LDM, Buletin Rabbani, ebook gratis, dan masih banyak lagi.

Sabtu, 29 Oktober 2016

Kumpulan Puisi (Muslim Festival Competition)



Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu
Karya. Taufik Ismail

Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu
Ketika rumah-rumahmu diruntuhkan bulldozer
dengan suara gemuruh menderu, serasa pasir
dan batu bata dinding kamartidurku bertebaran
di pekaranganku, meneteskan peluh merah dan
mengepulkan debu yang berdarah.

Ketika luasan perkebunan jerukmu dan pepohonan
apelmu dilipat-lipat sebesar saputangan lalu di
Tel Aviv dimasukkan dalam file lemari kantor
agraria, serasa kebun kelapa dan pohon mang-
gaku di kawasan khatulistiwa, yang dirampas
mereka.

Ketika kiblat pertama mereka gerek dan keroaki bagai
kelakuan reptilia bawah tanah dan sepatu-
sepatu serdadu menginjaki tumpuan kening
kita semua, serasa runtuh lantai papan surau
tempat aku waktu kecil belajar tajwid Al-Qur’an
40 tahun silam, di bawahnya ada kolam ikan
yang air gunungnya bening kebiru-biruan kini
ditetesi airmataku.

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu

Ketika anak-anak kecil di Gaza belasan tahun bilangan
umur mereka, menjawab laras baja dengan timpukan batu cuma,
lalu dipatahi pergelangan tangan dan lengannya,
siapakah yang tak menjerit serasa anak-anak kami
Indonesia jua yang dizalimi mereka –
tapi saksikan tulang muda mereka yang patah
akan bertaut dan mengulurkan rantai amat panjangnya,
pembelit leher lawan mereka, penyeret tubuh
si zalim ke neraka, An Naar.

Ketika kusimak puisi-puisi Fadwa Tuqan, Samir Al-
Qassem, Harun Hashim Rashid, Jabra Ibrahim
Jabra, Nizar Qabbani dan seterusnya yang diba-
cakan di Pusat Kesenian Jakarta, jantung kami
semua berdegup dua kali lebih gencar lalu ter-
sayat oleh sembilu bambu deritamu, darah kami
pun memancar ke atas lalu meneteskan guratan
kaligrafi

‘Allahu Akbar!’ dan
‘Bebaskan Palestina!’

Ketika pabrik tak bernama 1000 ton sepekan memproduksi
dusta, menebarkannya ke media cetak dan
elektronika, mengoyaki tenda-tenda pengungsi
di padang pasir belantara, membangkangit reso-
lusi-resolusi majelis terhormat di dunia, mem-
bantai di Shabra dan Shatila, mengintai Yasser
Arafat dan semua pejuang negeri anda, aku pun
berseru pada khatib dan imam shalat Jum’at
sedunia: doakan kolektif dengan kuat seluruh
dan setiap pejuang yang menapak jalanNya,
yang ditembaki dan kini dalam penjara, lalu
dengan kukuh kita bacalah
‘laquwwatta illa bi-Llah!’

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu
Tanahku jauh, bila diukur kilometer, beribu-ribu
Tapi azan Masjidil Aqsha yang merdu
Serasa terdengar di telingaku.

==================================================================

APAKAH SAMPAI PADAMU BERITA TENTANG MAHANAZI?    
Karya. Helvy Tiana Rosa

Kabar apakah yang sampai padamu tentang Palestina?

Apakah sampai padamu berita
tentang  rumahrumah yang dihancurkan
tanahtanah meratap berpindah tuan, 
bahkan manusia yg dibuldozer?

Apakah sampai padamu berita
tentang airmata yang tumpah
dan menjelma minuman seharihari
tentang jadwal makan yang hanya sehari sekali
atau listrik yang menyala cuma empat jam sehari?

Apakah sampai padamu
berita tentang kanakkanak yang tak lagi berbapak
tentang ibu mereka yang diperkosa atau diseret ke penjara?
Para balita yang menggenggam batu
dengan dua tangan mungil mereka
menghadang tentara zionis Israel
lalu tangan kaki mereka disayat dan dibuntungi

Apakah sampai padamu berita tentang masjidil Aqsha
 di halamannya menggenang darah
dan tubuhtubuh yang terbongkar
Peluru yang berhamburan di udara
menyanyikan lagu kematian menyayat nadi
kekejaman yang melebihi fiksi
dan semua film yang pernah kau tonton
di bioskop dan televisi
Kebiadaban yang mahanazi

Tapi orangorang di negeriku masih saja mengernyitkan kening:
“Palestina? Untuk apa memikirkan Palestina?
Persoalan di negeri sendiri menjulang!”
Mereka bersungutsungut tak suka
Membatu, tak jarang terpengaruh
menuduh pejuang kemerdekaan Palestina
yang membela tanah air mereka sendiri
sebagai teroris!

Duhai, maka kukatakan pada mereka:
Tanpa abai pada semua persoalan di negeri ini
Atas nama kemanusiaan: menyala-lah!
Kita tak bisa hanya diam
menyaksi pagelaran mahanazi
sambil mengunyah menu empat sehat lima sempurna
dan bercanda di ruang keluarga
kita tak bisa sekadar
menampung pembantaianpembantaian itu dalam batin
atau purapura tak peduli
Seorang teman Turki berkata:
mereka yang membatasi ruang kemanusiaan
dengan batasbatas negara
sesungguhnya belum mengerti makna kemanusiaan

Hai Amr Moussa tanyakan pada Liga Arab
belum tibakah masanya bagi kalian
bersatu, membuka hati, berani
berhenti mengamini nafsu Amerika
yang seharusnya kita taruh di bawah sepatu?

Hai Ban Ki Moon,
apakah Perserikatan Bangsa Bangsa itu nyata?
Sebab tak pernah kami dengar
PBB mengutuk dan memberi sanksi
pada mahanazi teroris zionis Israel
yang pongah melucuti kemanusiaan dan keberadaban
dari wajah dan hati dunia
Apakah kalian, apakah kita tak malu
Pada para syuhada flotilla, Rachel Corrie, Yoyoh Yusroh
dan George Galloway?

Karena sesungguhnya kita bisa melakukan sesuatu:
menyebarkan tragedi keji ini pada hatihati yang bersih,
memberi meski sedikit apa yang kita punya
dan mendoakan Palestina

Apakah sampai padamu, berita tentang mahanazi itu?
Tentang Palestina yang bersemayam kokoh
di hati mereka yang diberi kurnia?

Seperti cinta yang tak bisa kau hapus
dari penglihatan dan ingatan,
airmata, darah, dan denyut nadi manusia

: Lawan Mahanazi!

==================================================================

Hijrah
Karya. Muhammad Fadly Syah

Dunia begitu indah
tidak…, dunia terlalu indah
banyak hal terlalu indah di dunia
cinta terhadap dunia membuat kita lupa
kita lupa bahwa kita hanyalah manusia !
kita hanyalah manusia
tapi kita terperdaya oleh dunia
oleh kehidupan terlalu indah yang sementara
yang suatu hari akan diminta
pertanggung jawaban semua perbuatan
sadarkah kita
dunia ini menipu kita
membuat kita lupa akhirat
kita terperdaya
oleh wanita, anak-anak, dan harta melimpah
sudahlah…, ayoo kita hijrah
dari kehidupan dunia yang memperdaya
dari kesenangan yang sementara
menuju kesenangan abadi
marilah jadikan dunia
sebagai tempat bersiap
sebagai tempat mencari kebaikan
untuk berguna kebaikan nantinya
untuk berguna hidup kita
jangan hidup senang sia-sia
jangn pula mati sia-sia
sudah banyak orang yang mati
mereka ingin ke dunia
mengerjakan kebaikan
tapi kehendak manusia tidak akan mampu
melawan takdir yang telah ditentukan
manusia sampai kapanpun
tidak akan sanggup
melawan kehendak penciptanya

==================================================================

HIJRAH
Karya. Roy

KALA RAGA BERDIRI DIATAS JAHILIYAH
NAFSU MEMBUMI MEREDAM AKAL DAN FITRAH
SUNGGUH TAK KUASA TUK MENGELAK
MENURUTKAN HASRAT SYETAN PENUH SUKA CITA

YA ALLAH...KU TAHU DAN PURA-PURA TAK TAHU
KAU SELALU BERTANYA TENTANG KELEBIHANKU
TIDAKKAH KALIAN MEMPERGUNAKAN AKAL?
TIDAKKAH KALIAN TERGOLONG KAUM YANG BERFIKIR ?

AKAL HANYA BERGUNA TUK MENCARI PEMBENARAN
BUKAN TUK MENCARI KEBENARAN YANG HAKIKI
AKHIRNYA KU BISA MENYANGKAL PERINTAH-MU
SAMBIL MELANGKAH DI MUKA BUMI PENUH CONGKAK

YA ALLAH..TAKDIRKAN HAMBA TUK BERHIJRAH
KEMBALI PADA FITRAH-MU YG HAMPIR LENYAP
HAMPIR BERGANTI LAYAK HEWANI
GERAKKAN KUASA-MU TUK MEMPERBAIKI DIRI

BERI HAMBA KEMAMPUAN KENDALI
SIRAM HAMBA TUK BERSUCI
AGAR BISA MENGISI DETIK YANG TERSISA
BENAR-BENAR MENJADI HAMBA
AAMIIIN....

==================================================================

Insan Pilihan Allah
Karya. Kurniati

Banyak pijar-pijar bercahaya
Tapi ada yang lebih bercahaya
Cahaya diatas cahaya
Cahaya yang bersinar abadi sepanjang masa
Menerangi seluruh alam semesta

Subhanallah, Sosok pilihan
Engkaulah sebaik-baik makhluk Tuhan
Muhammad Nabi akhir zaman
Keistimewaanmu melampaui perbatasan
Perbatasan karena engkau pilihan Allah
Dari makhluk-makhluk pilihan
Pilihan Allah yang terpilih semourna diantara insan

Baginda-ku yang amat mulia
Engkau manusia teristimewa
Namamu disandingkan Allah Azza Wajalla
Kalimat syahadat sebagai bukti nyata
“Aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah.”

==================================================================

Kerinduan Padamu Ya Rasulullah
Karya. Kurniati

Malam itu sunyi terasa
Tanpa sinar cahaya
Relung-relung hatiku sedang duka nestapa
Tanpa terasa berderai air mata

Aku bangkit dari hati yang hampa
Dijiwa yang rapuh
Dari khayalan yang mendera
Aku jauh… jauh… jauh… jauh

Kuambil sebuah buku
Kuubaca dengan seksama
Alkisah seoranng yang merindu
Rindu pada orang yang mulia

Nabi Muhammad bagindaku
Pembawa bahagia bagi ummatnya
Pribadimu yang agung… aku rindu
Rindu teramat rindu karena jasanya

Mengarahkan aku dnegan sinar kemuliaan
Cahaya Ilahi Rabbi yang engkau bawa
Sinarlah kegundahanku
Karena engkaulah sebagai karunia
Bagi orang-orang yang beriman sebagai amanat dari Allah

==================================================================

MEMBACA TANDA-TANDA
KARYA TAUFIQ ISMAIL

Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas
dari tangan dan meluncur lewat sela-sela jari kita
Ada sesuatu yang mulanya tak begitu jelas
tapi kini kita mulai merindukannya

Kita saksikan udara abu-abu warnanya
Kita saksikan air danau yang semakin surut jadinya
Burung-burung kecil tak lagi berkicau pagi hari

Hutan kehilangan ranting
Ranting kehilangan daun
Daun kehilangan dahan
Dahan kehilangan
hutan

Kita saksikan zat asam didesak asam arang
dan karbon dioksida itu menggilas paru-paru

Kita saksikan
Gunung memompa abu
Abu membawa batu
Batu membawa lindu
Lindu membawa longsor
Longsor membawa air
Air membawa banjir
Banjir membawa air
air
mata

Kita telah saksikan seribu tanda-tanda
Bisakah kita membaca tanda-tanda?

Allah
Kami telah membaca gempa
Kami telah disapu banjir
Kami telah dihalau api dan hama
Kami telah dihujani abu dan batu

Allah
Ampuni dosa-dosa kami
Beri kami kearifan membaca
Seribu tanda-tanda
Karena ada sesuatu yang rasanya
mulai lepas dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari
Karena ada sesuatu yang mulanya
tak begitu jelas
tapi kini kami mulai merindukannya.

1982
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Agenda

Download

Blog Archive

Seputar Kampus

Artikel